Sunday, October 4, 2020

SOWAN

 Jingga senja tergambar di ufuk barat. Angin sepoi persawahan menerbangkan ujung jilbabku. Seorang ibu dan anaknya yang duduk di depanku sudah tertidur pulas. Dan laki laki disebelahku sibuk dengan handphonenya. Tapi malah aku suka. Aku yang duduk disamping jendela dengan leluasa memperhatikan suasana luar.

Tepat empat tahun yang lalu aku melewati jalan ini dengan perasaan sedih dan tangis. Aku yang kala itu baru berusia lima belas tahun harus rela berpisah dengan simbok dan bapak. Aku, seorang gadis desa yang bukan dari golongan mampu harus putus sekolah setelah SMP. Sebagai anak pertama dengan adik-adik yang masih kecil dan butuh biaya, aku harus mengorbankan masa remajaku untuk mengenyam pendidikan. Aku harus ke kota untuk bekerja, bekerja sebagai pekerja seks komersial.

No comments:

Post a Comment