Sunday, October 4, 2020

CERAI

 Fragmen Satu

Ibu dua anak itu masih duduk di sofa ruang tamu. Menunggu suaminya pulang. Sudah tiga minggu ini suaminya pulang diatas jam 10.00. Anak-anaknya sudah tertidur pulas di atas kasur tipis di depan televisi. Berulang kali ia tengok pintu. Belum ada tanda tanda suaminya mengetuk pintu. Ia tengok jam dinding. Sudah menunjukkan jam 11.00. Tiba-tiba handphonenya berbunyi. Satu pesan singkat masuk.

"Aku mungkin pulang agak malam. Jangan tunggu aku. Tidurlah dulu."

Ia tutup hp nya. Berbaring di samping kedua anaknya yang terlelap.

Bedug mulai terdengar. Disusul samar suara azan. Maryam, perempuan itu, mengerjap-ngerjapkan matanya. Dilihatnya pintu. Bisu. Dilihat HP disampingnya. Tidak ada tanda pesan masuk. Suaminya tak pulang lagi hari ini. Pernah ia tanya kepada istri Bejo, teman suaminya yang juga bekerja sebagai Sopir, apakah Bejo juga sering lembur, sering pulang pagi ?

"Ah kalau mas Bejo sih nggak suka pulang pagi, kalau sampai pulang pagi gak bakalan aku bukain pintu, gak bakal dapat jatah seminggu" katanya sambil cekikikan.

Ada sedikit rasa cemburu pada hati Maryam. Kenapa suaminya tidak seperti Bejo. Tapi cepat cepat ia tepis rasa itu. Ah tapi masku kan lebih ganteng. Begitu katanya dalam hati.

Maryam melangkah ke dapur, mengambil air wudhu di kuali besar tempat menaruh air untuk memasak dan cuci tangan dan kaki. Baru saja Maryam membasuh mukanya, terdengar suara pintu berderit. Suaminya dengan langkah kelelahan menuju kursi depan. Merebahkan badannya. Mendengkur. Maryam mengambil mukena dan sholat di samping dua anaknya yang masih terlelap. Dalam sujudnya Maryam menangis.

Ada perubahan besar pada sikap suaminya. Suaminya dulu sangat perhatian dan selalu bersikap manis. Sekarang sikapnya berubah acuh. Bahkan tidak kepadanya saja, kepada anak-anaknya, suaminya tak perduli.

No comments:

Post a Comment